Rapat Koordinasi K3 PPN Pemangkat 25-01-2011
Pemangkat, Rapat berlangsung diruang kerja Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat, Rapat dipimpin langsung oleh Bp Joko Supraptomo sebagai Kepala Pelabuhan dan Koordinator tunggal dilingkungan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat.
Rapat dihadiri oleh beberapa Instansi terkait baik Polsek (Lintar.M kapolsek), Camat/mewakili (Syayuti), HNSI(Majid Songke), Pospol Airut(S.Saragi), DAN POSMAT TNI AL (Wahyudiono), Perum PPS(Sabdono SW), Kepala Satker PSDKP(Akhmadon) Pospol Penjajap (Jhon Hendri) dan dari Kalangan Pengguna Jasa di PPN Pemangkat.
Dalam rapat ini membahas tentang peningkatan rasa aman,nyaman ,keindahan , bagi pengguna jasa & seluruh masyarakat PPN pemangkat yang mana selama ini masih dianggap rawan.
Menanggapi apa yang dikatakan Bp Syayuti(wakil camat) “PPN Pemangkat merupakan salah satu penghasil PAD terbesar di Kabupaten Sambas “maka Kepala Pelabuhan Bp Joko Supraptomo bersama Kapolsek Pemangkat Bp Lintar.M mengharapkan kerjasama dari seluruh instansi terkait untuk bersama-sama meningkatkan K3 di Lingkungan PPN Pemangkat mengingat aktivitas bisnis sangat vital kalau perlu bersama-sama membentuk Satuan Pengamanan Terpadu.
Sesuai isu yang berkembang dimasyarakat tentang keamanan yang tidak maksimal di PPN Pemangkat kini sudah terjawab, menurut Akhmadon (kepala Satker Psdkp Pemangkat) dan Ari Jai (pengusaha Perikanan) menganggap isu itu tidak benar , berlabuhnya kapal-kapal asal Juwana di Selakau yang dulu berlabuh di PPN Pemangkat itu di karenakan berbagai faktor seperti tidak adanya larangan berlabuh di PPI Selakau untuk Kapal-kapal tsb disisi lain juga disebabkan oleh masalah-masalah Hutang piutang, lebih keras lagi Ari jai menuturkan ada juga yang memang kapalnya dilarang masuk ke PPN Pemangkat oleh Pengusaha itu sendiri karena ada beberapa kapal yang tidak memiliki dokumen lengkap atau Alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
Humas PPN Pemangkat
Takbir
www.ppnpemangkat.blogspot.com
www.pipp.kkp.go.id
Prestasi Satpam PPN Pemangkat
Pemangkat 20 januari 2011, Tiga orang Satpam Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat mendapat Piagam Penghargaan dari POLRES SAMBAS atas berhasilnya membantu tugas POLISI dalam ngungkap kasus tindak pidana Pencurian Jaring dilokasi Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat yakni
1. TAN ASTAMAN ( Koordinator anggota Satpam)
2. IWANSYAH (Anggota Satpam)
3. SAMBAS.PN (Anggota Satpam)
Menurut Koordiantor Satpam TAN ASTAMAN bahwa pelaku memang tertangkap tangan mengambil barang yang dimaksud oleh anggotanya disaat sedang Patroli keliling lingkungan pelabuhan.
Momen penyerahan Piagam penghargaan tersebut di Sambas pada Hari Ulang Tahun Satpam yang ke 30 tanggal 12-01-2011 di POLRES sambas.
Ikan Malung di PPN Pemangkat
Satu lagi jenis Ikan di PPN Pemangkat yang hampir setiap hari kita lihat di Dermaga atau pun di Gudang-gudang Pelaku usaha Perikanan, memang terlihat biasa saja tapi ternyata jenis Ikan ini memiliki Gelembung yang sangat mahal harganya juga biasa di sebut “LUPE MALUNG” namun Proses pembuatannya agar mendapatkan kwalitas yang bagus masih dirahasiakan karena Menurut Rudianto kalau semua teknik mengolahnya di ketahui orang akan terjadi persaingansehingga takut mengalami kemunduran usaha.
Sesuai penuturan Rudianto bahwa Lupe Malung ini biasanya dikonsumsi oleh kalangan atas di campur dengan Sarang burung Walet yang fungsinya untuk memperbaiki Jantung, menambah protein sumsum tulang dll.
Sumber
Humas PPN Pemangkat
Ikan Lokal Jenis Tembereh di PPN Pemangkat
Selain Ekspor Ikan Kerapu, Bawal, Cumi kering, Teripang & Sirip Hiu, Pengusaha Perikanan (Rudianto) juga mengekspor Jenis Ikan Tembereh.
Ikan Tembereh tersebut dibeli dari nelayan seharga Rp 450.000-Rp 600.000 dan di jual keSingapura dengan harga berkisar Rp 4.500.000 – Rp 6000.000, melalui jalur yang sama yaitu kepulauan Riau, Menurut Rudianto bahwa ikan jenis ini digunakan oleh medis Singapura untuk menambal jantung yang bocor , Lanjut Rudianto mengatakan bahwa ikan-ikan inilah yang tergolong termahal dibanding komoditi lainnya, Menurut Rudianto hanya faktor modal saja yang menjadi kendala sehingga Rudianto tidak bisa menyetok Produknya lebih banyak lagi karena modal yang dibutuhkan bisa mencapai miliar rupiah.
Menurutnya berapa pun banyaknya yang di stok di PPN Pemangkat , para pengusaha Perikanan Kepulauan Riau tetap membelinya.
Teripang Kering di PPN Pemangkat
Komoditi yang mempunyai nama latin Holothuria Sp ini setelah di keringkan melalui penjemuran, diekspor oleh para pengusaha perikanan Pemangkat ke Singapura melalui Tanjung Pinang, Propinsi Kepulauan Riau.
Penulis
Takbir
Potensi Sirip Hiu Tipe A di PPN Pemangkat
Setelah sekian lama menjadi sentra bisnis perdagangan ikan komoditi unggul seperti kerapu, Bawal hitam dan Bawal putih ke berbagai negara tetangga termasuk singapura, satu lagi komoditi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan yaitu sirip Hiu.
Menurut salah satu pengusahanya, Rudianto, bahwa bisnis SIRIP HIU yang selama ini di gelutinya sangat lumayan dibanding bisnis hasil Perikanan yang lain , dengan modal Rp 400.000/Kg bahan bakunya(sirip hiu kering) setelah diolah harganya mencapai Rp 2.500.000/Kg kering.
Komoditi sirip Hiu kering tersebut setelah mengalami pengolahan beberapa tahap diekspor ke Singapura melalui Tanjung Pinang Kepulauan Riau.
Penulis
Takbir
Indukan Napoleon yang beratnya diatas 3 kg
lihat fotonnya di http://mukhtar-api.blogspot.com/2011/01/penggagalan-pengangkutan-ikan-napoleon.html
Selamatkan Rp 912 M dari Illegal Fishing KKP Sebut 65 Kasus Pidana Perikanan Telah Diputus PN
"Kami optimistis, dengan kondisi yang ada, tahun ini kami bisa melindungi perairan negara lebih baik," ujar Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Syahrin Abdurahman di Jakarta kemarin (8/1).
Selama 2010, Ditjen PSDKP terus meningkatkan pengawasan untuk menjaga dan melestarikan sumber daya kelautan dan perikanan. Sebanyak 2.255 kapal ikan diperiksa dan 183 di antaranya ditahan karena terbukti melakukan illegal fishing. Dari pelaku yang tertangkap, kerugian negara yang bisa diselamatkan diperkirakan Rp 912 miliar.
Di antara perkara tindak pidana perikanan selama 2010, tercatat 65 kasus telah dijatuhi putusan oleh pengadilan perikanan atau pengadilan negeri. "Di antara jumlah itu, (putusan) 57 kasus telah berkekuatan hukum tetap," kata Syahrin.
Tahun ini, selain penegakan hukum, pengawasan ditekankan untuk pencegahan serta penangkalan dini pencurian ikan. Bentuknya melalui sosialisasi dan pembinaan kepada para nelayan serta pemeriksaan terhadap kapal yang akan melaut. Hasil upaya tersebut dapat dilihat dari tingkat ketaatan kapal ikan yang meningkat 8-12 persen dibanding 2009. "Mereka juga bisa membantu melaporkan tindak pencurian ikan oleh kapal asing kepada aparat kami di lapangan," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri KKP Fadel Muhammad menyatakan, selain pengamanan perairan, pada 2011 pihaknya mulai fokus pada eksplorasi sumber daya alam di bawah laut. Dia memperkirakan, di bawah laut Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi ada cadangan emas yang jumlahnya sangat besar. Untuk keperluan eksplorasi dan pemetaan, KKP bekerja sama dengan pemerintah AS. "Bentuknya adalah penelitian bersama karena mereka punya kemampuan dan alat yang mumpuni," katanya.
Tim AS mampu mengeksplorasi kedalaman laut hingga 6 ribu meter. Karena itu, kerja sama akan melibatkan peralatan serta skill mereka. Pemerintah juga engalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk eksplorasi sumber daya alam bawah laut. KKP akan fokus pada kegiatan eksplorasi ramah lingkungan dan tidak merugikan nelayan maupun merusak terumbu karang.
Kerja sama RI-AS dimulai sejak Juni"Agustus 2010. Bentuknya adalah eksplorasi perairan Sangihe, Talaud, dengan kapal riset Okeanos milik NOAA yang dilengkapi robot bawah air. Walaupun menuai kritik, kerja sama itu terus dilakukan dengan fokus penelitian yang bersifat mutualisme. (zul/c5/dwi)
CARA MENGUKUR MATA JARING
Menurut Supardi Ardidja (2007) Webbing adalah gabungan sejumlah mata jaring yang dijurai baik dengan cara disimpul atau tanpa simpul, dibuat dengan menggunakan mesin atau tangan, baik yang terbuat dari serat alami maupun serat buatan, juga merupakan komponen utama alat penangkap ikan. Ukuran webbing dinyatakan dengan panjang dalam satuan panjang dan kedalaman dalam satuan jumlah mata jaring.
Gambar 1. Webbing Untuk Merakit Alat Penangkapan Ikan.
Ukuran webbing terdiri dari panjang dalam. Panjang webbing dinyatakan dalam meter pada keadaan mesh tertutup (stretched mesh). Jika sistem penomoran yang digunakan adalah Rtex, panjang dinyatakan dalam meter dan jika sistem penomoran menggunakan Denier system panjang dinyatakan dalam yard. Jika menggunakan system penomoran Rtex panjangnya adalah 100 meter, bila menggunakan sistem Denier panjangnya adalah 100 yards.
Kedalaman webbing dinyatakan dalam jumlah mata pada keadaan mesh tertutup (stretched mesh) untuk semua system penomoran yang berlaku. Namun demikian ukuran webbing selalu dinyatakan dengan panjang webbing (meter) dan dalam webbing (jumlah mata jaring) maka ukuran webbing dalam setiap lembar webbing utuh disesuaikan dengan sistem penomoran yang digunakan.
Jenis webbing ditentukan oleh bagaimana mata jaring dibentuk atau disimpul, secara umum jenisnya terbagi dua, yaitu webbing yang disimpul dan yang tidak disimpul. Simpul adalah suatu ikatan pembentuk mata jaring atau suatu cara penyambungan benang atau tali. Simpul pada pembuatan webbing umumnya terdiri dari empat macam, yaitu, (1) Flat knot (reef knot, square knot), (2) Trawler knot (English knot, sheet bend, round knot), (3) Double trawl knot, (4) Special flat knot.
Gambar 2. Jenis-Jenis Simpul Pada Webbing
Adapun alat penangkapan ikan yang bahan utama lembaran webbing adalah : Fish Net, Pukat Udang, Purse Seine, Gillnet, Payang, Dogol, Pukat Hela, Pukat Pantai dan Moroami dllnya.
Mata jaring (Mesh size) adalah jalinan tali jaring yang terdiri dari 4 knot dan 4 bar. Lebar Mata Jaring (Mesh size) ditentukan dengan mengukur jarak antara 2 knot yang berjauhan pada sisi dalam mata jaring dan bahan jaring dalam keadaan basah. Pengertian lain Mesh size adalah ukuran lubang pada jaring penangkap ikan. Ukuran mata jaring minimum seringkali ditentukan dengan aturan untuk menghindari penangkapan ikan muda yang bernilai setelah mencapai ukuran optimal untuk ditangkap.
Gambar 3. Mata Jaring (Mesh size)
Menurut Supardi Ardidja (2007) Mata jaring dibentuk oleh empat buah simpul dan empat buah bar, simpul yang terletak pada arah benang disebut mesh (jika simpul diurai benang jaring tidak terputus), dan yang tegak lurus dengan arah benang disebut point (benang jaring terputus). Ukuran mata jaring (mesh size) diukur dalam keadaan mata tertutup (stretched mesh).
Ukuran mata jaring (mesh size) diukur pada saat keadaan mata jaring tertutup kencang, atau saat kedua point berimpit atau ditarik kencang secukupnya. Satuan mata jaring ditentukan oleh sistem penomoran yang digunakan. Jika siatem penomoran menggunakan tex system satuannya adalah milimeter, sedangkan jika menggunakan denier system maka satuan ukuran mata jaring adalah inci.
Bukaan Mata Jari pada saat webbing dipasangkan pada tali pelampung (float line) atau tali pemberat (sinker line) dengan rasio penggantungan tertentu maka mata jaring akan terbuka baik ke arah panjangnya maupun ke arah dalamnya. Besaran bukaan mata jaring sangat ditentukan oleh metode panangkapan ikan (bagaimana ikan ditangkap), apakah ikan harus dikurung, dijerat atau diloloskan. Selain itu juga ditentukan oleh bentuk ikan yang akan ditangkap.
Friedman (1968) menyatakan bahwa ukuran mata jaring yang akan digunakan untuk menangkap ikan tertentu ditentukan oleh setengah keliling overculumnya, sedangkan lebar bukaan mata jaring ditentukan oleh bentuk tubuh ikan (bulat atau pipih). Pipihpun terbagi dua apakah pipih arah vertikal atau pipih arah horisontal.
Gambar 4. Ukuran Mata Jaring (Mesh size) dan Ikan Tujuan Penangkapan
Keterangan :
a. Ikan tidak terjerat karena ukuran mata jaring lebih kecil dari setengah keliling overculum;
b. Ikan terjerat karena ukuran mata jaring sesuai dengan setengah keliling overculum;
c. Ikan lolos karena ukuran mata jaring lebih kecil dari setengah keliling overculum.
Benang webbing merupakan jalinan tali jaring atau benang mempunyai besaran atau diameter. Diameter benang jaring yang sering digunakan untuk membuat alat tangkap ikan berkisar 0,20 mm sampai 8 mm. Secara umum kontsruksi benang terdiri dari benang jaring yang dipintal (twisted) dan dianyam (braided). Bahan dasar pembuatan benang adalah dari serat-serat benang yang dijadikan satu menjadi single yarn, kemudian tiga single yarn dipintal menjadi netting yarn. Netting yarn adalah istilah untuk semua material tekstil yang sesuai untuk merakit alat penangkap ikan, yang mungkin secara langsung dijurai dengan mesin atau dengan tangan, tanpa perlu proses lanjutan.
Gambar 5. Benang Webbing & Konstruksi Benang Jaring dipintal (Klust, 1993)
Untuk mengukur diameter benang selain pengukuran langsung dengan alat seperti micrometer, kaca pembesar dan mikroskop, ada cara lain seperti dibawah ini dengan menggunakan jangka sorong dan menggunakan penggaris sederhana.
Gambar 6. Cara Mengukur Diameter Benang
Benang dimasukkan kedalam jangka sorong lalu lihat ukurannya atau lilitkan benang 20 kali pada pensil lalu ukur panjang lilitannya. Bila benang dililitkan 20 kali sepanjang 60 mm maka diameter benang adalah = 60/20 = 3 mm.
Keterangan :
• Titre (denier): Td = berat (g) setiap 9000 m serat dalam bentuk yarn
• Metrik number: Nm = panjang (m) setiap 1 kg serat
• English number: Nec = panjang (kelipatan dari 840 untuk katun yard) setiap pon (lb) serat
• International: Tex = berat (g) setiap 1000 m serat system
Cara pengukuran panjang mata jaring (Mesh Size) dan bukaan mata jaring dilakukan dengan berbagai cara berdasarkan surat Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No. 1546/DPT.2/PI.320.02/IV/08 tanggal 14 April 2008 perihal Pedoman cara pengukuran panjang mata jaring (mesh size) dan bukaan mata jaring sebagai berikut :
A. Dengan Mata Jaring
1. Jaring Simpul
2. Mata Sigi Enam
3. Jaring Tanpa Simpul (Raschel Type)
Gambar 7. Cara Mengukur Mata Jaring (mesh size) Dengan Mata Jaring
Keterangan :
• Ukuran mata jaring teregang/mesh size (a) : Jarak (arah tegak) antara titik tengah dua simpul berhadapan dan mata jaring yang diregang (tertutup).
• Ukuran bukaan mata (OM) : Ukuran dalam maksimum (arah tengah) antara dua simpul yang berhadapan dari mata jaring yang direngang.
• Panjang kaki (bar) = b
B. Dengan Sepuluh Mata Jaring
Cara mengukur panjang jaring sejumlah sepuluh mata yang ditarik secara sempurna ke arah vertikal (sampai bar/kaki pembentuk mata jaring berimpit). Berdasarkan panjang jaring hasil pengukuran tersebut, kemudian dibagi dengan jumlah mata sepuluh. Hasil pembagian tersebut adalah ukuran mata jaring (mesh size) jaring dimaksud.
Contoh : Terhadap 10 mata jaring yang ditarik sempurna, setelah diukur diperoleh ukuran panjang sebesar 30 cm. Selanjutnya 30 cm dibagi dengan jumlah mata (10 buah) diperoleh hasil 3 cm.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ukuran mata jaring (mesh size) tersebut adalah 3 cm.
Gambar 8. Cara Mengukur Mata Jaring (mesh size) Dengan Sepuluh Mata
Pengukuran harus dilakukan pada beberapa titik / tempat yang berbeda dalam 1 (satu) bagian yang sama. Misalnya pada bagian kantong/cod-end pukat udang atau pukat ikan, panjang kantong dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, kemudian pada masing-masing bagian dilakukan pengukuran mesh size (dengan catatan : mengabaikan ukuran ekstrimnya) pada 10 (sepuluh) titik yang berbeda. Hasil masing-masing pengukuran tersebut kemudian ditentukan nilai rata-ratanya. Maka nilai rata-rata tersebut adalah ukuran mata jaring (mesh size) bagian yang dimaksud.
Cara sederhana mengukur mata jaring sebagai berikut :
• Tarik kencang satu baris benang (misal 10 mata) dalam arah tegak/vertikal (untuk arah N atau tegak).
• Ukur jarak antara titik tengah 2 simpul (atau sambungan) yang dipisahkan 10 mata.
• Bagi hasilnya dengan 10, hasil pembagian tersebut merupakan panjang satu mata jaring (mesh size).
Contoh Soal Sebuah potongan bahan jaring mempunyai jumlah mata sebanyak 10 buah seperti terlihat pada gambar di bawah. Setelah ditarik secara sempurna ke arah vertikal (sampai bar/kaki pembentuk mata jaring berimpit) ternyata panjang jaring tersebut adalah 10 cm yang diukur dari tengah simpul antara ujung yang satu dengan ujung yang lain dari sepuluh mata jaring tersebut. Berapakah panjang satu mata jaring dari potongan jaring tersebut?
Jawab dari pengukuran panjang 10 mata jaring = 10 cm. Maka panjang satu mata jaring = 10/10 = 1 cm
Gambar 9. Cara Sederhana Mengukur Mata Jaring (mesh size)
C. Alat Ukur Mata Jaring (Net Gauge)
Alat ukur mata jaring (net gauge) adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur mata jaring yang dibuat oleh Pusat Riset Teknologi Kelautan Badan Riset Kelautan dan Perikanan yang terdiri dari Pengukur Mata Jaring Kecil, Pengukur Mata Jaring Besar dan Pemberat (bandul). Alat tersebut terbuat dari bahan kuningan.
Gambar 10. Alat Ukur Mata Jaring (Net Gauge)
Teknik pengukuran mata jaring yaitu dengan metode “wet and stretch open mesh size”, yaitu dengan cara bahan jaring dalam keadaan basah (operasional) serta tertarik. Dimana besarnya beban tarikan ditentukan oleh berat bandul.
Pelaksanaan pengukuran sebagai berikut ;
• Gunakan alat ukur mata jaring (net gauge) yang sesuai dengan lebar mata jaring yang hendak diukur.
• Masukan alat pengukur tersebut pada mata jaring.
• Atur posisi alat ukur sehingga kedua sisi alat ukur seperti gambar open mesh size diatas.
• Pasang pemberat (bandul) pada tempatnya sehingga posisi mendatar.
• Ukuran mata jaring dapat dilihat pada sisi-sisi alat ukur.
Gambar 11. Pemasangan Net Gauge Pada Mata Jaring
Gambar 12. Pengukuran Mata Jaring Dengan Net Gauge
Gambar 13. Cara Pengukuran Mata Jaring di Berbagai Negara
Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai alat tangkap ikan seperti Jenis & Jumlah, Ukuran Pokok alat penangkapan ikan dan Mata Jaring (Mesh Size) jangan sampai tidak sesuai yang tertera pada Surat Izin Penangkapan Ikan.
Beberapa ketentuan ukuran alat penangkapan ikan adalah sebagai berikut :
1. Pukat Ikan (Fish Net), Mesh Size Kantong > 50 mm pada groud rope tidak menggunakan bobin dan rantai pengejut. Tidak dioperasikan oleh 2 (dua) kapal.
2. Pukat Udang (PU), Mesh Size Kantong > 30 mm memakai TED/API jarak jeruji > 10 cm. Tidak dioperasikan oleh 2 (dua) kapal.
3. Purse Seine Pelagis Kecil (PSPK):
- Mesh Size Kantong Min. 25 mm
- Mesh Size badan Min. 50 mm
4. Purse Seine Pelagis Besar (PSPB):
- Mesh Size Kantong Min. 25 mm
- Mesh Size badan Min 60 mm
5. Jaring Insang (Gill Net) di ZEEI (Permen No. PER.08/MEN/2008) tentang penggunaan alat penangkapan ikan jaring insang (gill net) di ZEEI.
A. Jaring Insang Hanyut (Drift Gill Net)
- Mesh Size Kantong min. 10 cm
- Panjang Jaring max. 10. 000 meter
- Kedalaman Jaring max. 30 meter
B. Jaring Insang Tetap (Set Gill Net)
- Mesh Size Kantong min. 20 cm
- Panjang Jaring max. 10. 000 meter
- Kedalaman Jaring max. 30 meter
6. Jaring Insang (Gill Net) di Periaran Teritorial. Untuk ukuran alat tangkap jaring insang diperairan teritorial tidak terlalu jauh berbeda dengan jaring insang yang dioperasikan di perairan ZEEI, kecuali ukuran panjang jaringnya dimana panjang jaring untuk alat tangkap jaring insang (gill net) yang dioperasikan di perairan teritorial max. 2500 meter.
Pustaka : Supardi Ardidja, 2007, Bahan Alat Penangkapan Ikan dan Rancang Bangun Alat Penangkapan Ikan, Surat Dirjen Perikanan Tangkap No. 1546/DPT.2/PI.320.02/IV/08 Tanggal 14 April 2008 Perihal Pedoman Cara Pengukuran panjang mata jaring (mesh size) dan bukaan Mata Jaring, BBPPI Semarang, 2006, Panduan Teknis Usaha Penangkapan Ikan, Pusat Riset Tehnologi Kelautan, Petunjuk Pemakaian Alat Ukur Mata Jaring, Beberapa Paparan dari Pejabat Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.
MUKHTAR, A.Pi, M.Si (Kepala Satker PSDKP Kendari, Pengawas Perikanan, Penyidik PPNS Perikanan, Dosen Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiah Kendari, Kepala SMKS Kelautan dan Perikanan, Pembina Marine And Coastal Conservation Faoundation Kendari)
Email : mukhtar_api@yahoo.co.id
Blog : http://mukhtar-api.blogspot.com
Web Site : www.p2sdkpkendari.com
Forum : Illegal_Fishing_Indonesia
PERLU PERHATIAN KHUSUS TERHADAP USAHA PENGOLAHAN IKAN
Kegiatan pengolahan yang dilakukan selama ini masih berjalan secara tradisional dengan hasil produksi yang masih sedikit begitu juga dengan modal usaha yang digunakan masih terbatas dan belum bisa mengakses ke lembaga keuangan yang ada di Kecamatan Pemangkat. Dalam rangka untuk mengembangkan usaha unit pengolahan tersebut maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan baik terhadap fungsi dan peran kelompok, inovasi dan informasi teknologi bidang pengolahan dan sistem kredit yang ada di Bank Kalimantan Barat, Bank BRI, Bank Danamon, Bank Mandiri, dan penyusunan analisa usaha.
Rapat Evaluasi Kegiatan Tahun 2010 dan yang Akan Dilaksanakan Pada Tahun 2011
Rapat dimulai pukul

Seiring dengan salah satu komitmen Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat untuk menambah kegembiraan bagi pegawainya maka bersama itu pula beliau mengharapkan agar semua pegawai agar lebih banyak bersyukur, berbesar hati, menerima, memaklumi dan lebih harmonis kepada sesama.
, http//pipp.dkp.go.id
Pengrusakan Pagar PPN Pemangkat
Pengrusakan Pagar PPN Pemangkat
Berdasarkan informasi dari beberapa pengusaha perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat bahwa sering terjadinya kehilangan di atas Kapal mereka dikarenakan tingkat keamanan yang kurang, Sehubunan dengan hal itu maka Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Bpk Janje Patty (pada masa itu) mengintrupsikan agar diadakan rapat dengan Tokoh Masyarakat setempat seperti
Kepala Desa Penjajap Timur Rw dan Rt Kapolpos Danramil Dan beberapa pemuka masyarakat setempat
Adapun agenda rapat pada masa itu adalah “ Peningkatan K3 PPN Pemangkat” termasuk membahas masalah pagar buka tutup yang berbatasan langsung dengan Rumah Penduduk Perum Penjajap, dalam rapat tersebut telah disepakati bahwa pada malam hari pagar tersebut ditutup lalu siang hari dibuka dan hanya ada satu pintu utama untuk keluar masuk bagi masyarak yang akan beraktipitas dimalam hari, namun dalam pelaksanaan kesepakatan tersebut terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu “Pengrusakan Pagar” pada hari selasa 04-01-2011 malam oleh sekelompok orang yang tidak bertangung jawab.
Rapat Pertama Seksi Tata Operasional ditahun baru 2011
Tanggal 4 Januari 2011
Rapat Pertama Seksi Tata Operasional ditahun baru 2011
Agenda Rapat yaitu membahas tentang beberapa hal sebagai berikut :
1. Peningkatan kinerja Seksi Tata Operasional khusunya dibagian Statistik, PIPP, dan Syahbandar
2. Pengaturan tupoksi dan tugas masing-masing staf.
3. Tata dan cara pengumpulan data yang benar khususnya data produksi.
DISTRIBUSI IKAN DARI LUAR PELABUHAN
Pada hari ini Selasa, jam 08:45 Wib terdapat distribusi ikan dari luar pelabuhan PPN Pemangkat, Ikan-ikan tersebut berupa Tongkol dan Sarden
sebanyak 4000Kg telah di kemas rapi,dan menurut Asman (pengusaha pembawa ikan ) mutunya bagus dengan harga relatif murah.
Lebih lanjut dia menuturkan Ikan-ikan tersebut berasal dari Korea dan masuk ke malaysia indonesia melalui perbatasan Malaysia Indonesia di Entikong
Kabar Cuaca Maritim Hari ini
03-01-2011
Kabar Cuaca Maritim Hari ini
Sehubungan dengan adanya peringatan dari BMKG untuk wilayah laut cina selatan khususnya bahwa tinggi gelombang pada hari ini mencapai 4-5 meter para nelayan
baik nelayan lokal maupun nelayan dari luar PPN Pemangkat mengakui akan hal itu akibatnya mereka pun berbondong-bondong menambat kapalnya di Dermaga PPN Pemangkat
sebahagian lainnya berlindung di balik pulau-pulau terdekat di sekitar pulau Serasan dengan membawa hasil yang tidak memadai.
Suasana Tahun Baru di PPN Pemangkat
Selamat Tahun Baru 2011
03-01-2011
Suasana Tahun Baru di PPN Pemangkat
Hari ini merupakan hari pertama bagi seluruh karyawan (i) PPN Pemangkat memulai aktifitasnya di tahun 2011, seiring dengan adanya perubahan atau reformasi di tubuh PPN Pemangkat tampak terlihat para staf sibuk dengan tugas dan tanggung jawab barunya di awal tahun ini.
Adapun Nama-nama Staf yang diroling yaitu :
1. Nandasari ( dari Seksi Pengembangan ke Subbag TU )
2. Takbir ( dari Seksi TOP ke Subbag TU )
3. Turbina Azmi (dari Seksi Pengembangan ke Seksi TOP )
4. Toha Putra ( dari Seksi Pengembangan ke Seksi TOP )
Stop Illegal Fishing Indonesia
- Lingkungan perairan laut saat ini semakin terancam akibat overfishing.
- Overfishing di wilayah Natuna diakibatkan oleh IUU fishing yang tidak terkontrol (unsurveilenced).
- pelaku IUU fishing di perairan natuna diantaranya dilakukan oleh kapal2 asing dgn peralatan lengkap (well equipped) yang berasal dari China, Malaysia, Thailand and Vietnam.
- mereka memanfaatkan situasi akibat lemahnya pengawasan di daerah tersebut sehingga leluasa mencuri SDI yang potensial.
- Setidaknya 40 kapal trawl asing dan 157 nelayan dari Vietnam ditangkap pada 2010 karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna.
- kerugian negara akibat aktifitas IUU fishing di perairan tersebut sebesar Rp 30 triliun (US $ 3,33 miliar) setiap tahun.
stop illegal fishing
Kapal Pengawas Perikanan milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan lagi-lagi berhasil menangkap 10 (sepuluh) kapal illegal fishing asal Viatnam yang menggunakan Pair trawl di ZEEI Laut Cina Selatan pada tanggal 14 Desember 2010. Penangkapan dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 009 yang dinahkodai oleh Margono dan KP. Hiu 010 yang dinahkodai oleh Marten.
Kronologis pennagkapan ketika KP. Hiu 009 dan KP. Hiu 010 sedang melakukan patroli rutin di perairan Laut Cina Selatan menemukan lima iringan kapal yang yang sedang melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap pair trawl di Wilayah Pengelolan Perikanan ZEEI di perairan Laut Cina Selatan, ketika diperiksa ternyata kapal-kapal tersebut tidak bisa memperlihatkan dokumen perizinan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, selain itu menggunakan alat tangkap terlarang yaitu pain trawl (satu jaring ditarik oleh dua kapal). Kesepuluh kapal tersebut melanngar Pasal 5 ayat (1) huruf (b) Jo pasal 92 Jo pasal 93 ayat (2) Jo pasal 86 ayat (1) UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman denda Rp. 20 Miliar.
Kesepuluh kapal tersebut BV 95464 TS – BV 95436 TS dengan ABK 13 Orang, BV 5075 TS – BV 4308 TS dengan ABK 14 Orang, BV 4788 TS – BV 4787 TS Jumlah ABK 19 orang, BV 4975 TS – BV 0599 TS dengan ABK 17 orang, BV 0527 TS – BV 0757 dengan ABK 16 orang. Total jumlah Anak Buah Kapal keseluruhan 79 orang asal Viatnam.
Menurut Kepala Satker PSDKP Ranai Natuna Bapak Andi Warman kesepuluh kapal tersebut sudah merapat di Dermaga Satker PSDKP Ranai Natuna pada tanggal 15 Desember 2010 pada pukul 21,10 WIB untuk dilakukan proses awal oleh Kapal pengawas setelah itu diserahkan ke Penyidik Satker PSDKP Ranai Natuna untuk diproses lebih lanjut.
P L D MEREK DK / PK
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 KM. SAMBUNG - I ANI 22 7 GT. 22 NO. 542 / PPq 0229/SIPI-KAN/BNTN/2008 13-10-2011 2008 GILL NET 14.50 4.20 1.75 MITSUBISHI 90 KAYU KIJANG(TG.PINANG)
2 KM. DEWI FORTUNA MINA MUHAMMAD NOERMAN 29 10 GT. NO. 368 / H Hc 523.3/12/SIPI/PT.1/II/2010 25-02-2012 2004 RAWAI 18.00 4.80 1.20 HINO EK.100 67 KAYU PEMANGKAT
3 KM. BINTANG JAYA BUN SIA 29 9 GT. 29 NO.1554/G Ge 0215/SIPI-KAN/KRM/2009 16-11-2012 2005 RAWAI 20.15 5.50 1.34 MITSUBISHI 60 KAYU TG. BALAI
4 KM. BERKAT USAHA - I SEK KUAN 15 9 GT. 15 NO.22/G Ge 0222/SIPI-KAN/KRM/2009 03-09-2011 1990 RAWAI 16.00 3.60 1.10 HINO 90 KAYU TG. BALAI
5 KM. REZEKI BINTANG INDAH PEK HUNG als. SILAH 29 17 GT. 29 NO.876/Ft 0216/SIPI-KAN/KRM/2009 30-06-2012 2000 RAWAI 13.30 4.65 1.65 MITSUBISHI 60 KAYU TG. BALAI
6 KM. SUMBER REZEKI - I WIL FRIDUS LAWIRA 78 46 GT. 78 NO.150/H Hc 26.08.0028.06.24442 06-02-2011 2002 PURSE SEINE 24.50 6.90 2.30 NISSAN 280 KAYU PEMANGKAT
7 KM. HASIL REZEKI - V WIL FRIDUS LAWIRA 6 - B.27 NO.1479 503/14/SPI/BPMPPT-3 19-10-2010 2005 LAMPU 10.87 3.17 0.90 MITSUBISHI 60 KAYU PEMANGKAT
8 KM. SUMBER REZEKI - III WIL FRIDUS LAWIRA 36 21 GT. 36 NO.152/H Hc 26.10.0028.06.24440 06-02-2011 2002 PURSE SEINE 21.65 6.40 1.20 NISSAN RD.8 280 KAYU PEMANGKAT
9 KM. KAWAL JAYA - I SIANG TONG 23 7 GT. 23 NO. 252 / P Pq 0133/SIPI-KAN/BNTN/2008 17-06-2011 2001 GILL NET 17.32 4.15 1.63 MITSUBISHI 120 KAYU TG. PINANG
10 KM. KAWAL JAYA - 4 JENY 28 9 GT. 28 NO. 543 / P Pq 0262/SIPI-KAN/BNTN/2008 09-12-2011 2008 GILL NET 15.61 5.03 1.78 MITSUBISHI 180 KAYU TG. PINANG
11 KM. ATLANTA SUDJINAH 19 11 GT. 19 NO.49/H Hc 523.3/06/SIKPI/PT.I/III/2010 24-03-2012 1993 ANGKUT 14.20 5.35 1.20 MITSUBISHI TYPE FUSO 56 KAYU PEMANGKAT
12 KM. BAHTERA JAYA AWAT 5 - R. 8 NO. 2664 523.5/12/DKP.C/2010 09-06-2011 1998 GILL NET 12.00 2.50 0.80 MITSUBISHI NO.311224 55 KAYU PPI KUALA JELAI (KAB.SUKAMARA)
13 KM. REZEKI BINTANG INDAH PEK HUNG als. SILAH 29 17 GT. 29 NO.876/Ft 0216/SIPI-KAN/KRM/2009 30-06-2012 2000 RAWAI 13.30 4.65 1.65 MITSUBISHI 60 KAYU TG. BALAI
14 KM. TIGA PUTRA NATUNA SURYADI. AR 18 6 GT. 18 NO. 564 / P Pq 027/SIPI-KAN/NTN/2009 27-02-2012 1999 BUBU 12.80 3.80 1.40 ISUZU NO. 79222 220 KAYU RANAI DAN PULAU TIGA
15 KM. HARTO MORO H. KUSMORO 29 17 GT 29 NO. 847/Ft 2007/SIPI/DPK/05/2008 23-05-2011 2000 RAWAI 13.25 4.65 1.65 MITSUBISHI 80 KAYU TEGAL
16 KM. SEJATI JAYA YANTO 30 9 GT. 30 NO.1705/Gge 0214/SIPI-KAN/KRM/2009 20-10-2012 2008 RAWAI 21.07 5.18 1.40 HINO EK.100 N0.95670 90 KAYU TG.BALAI KARIMUN
17 KM. SRI KAWIT LANCAR JASMI 48 15 GT. 48 NO. 627 / Gc 26.09.0028.05.22496 28-04-2011 2008 RAWAI 17.00 6.20 2.05 HYUNDAI D 6 BH 180 KAYU JUWANA
18 KM. NATALIA ANI 26 9 GT. 26 NO. 1536 / G Ge 0114/SIPI-KAN/KRM/2010 05-08-2013 2005 RAWAI 20.35 4.85 1.32 MITSUBISHI 6D.15 58 KAYU TG. BALAI, PULAU TIGA,PULAU TIGA, PPP ANTANG(TAREMPA)
19 KM. HASIL JAYA AT JENG 34 20 GT. 34 NO. 641/G Ge 15.20.0028.16.22059 19-03-2012 1995 ANGKUT 21.45 5.25 1.25 MITSUBISHI 120 KAYU TG. BALAI
20 KM. SINAR TERANG TJO TIE 29 17 GT. 29 NO.297/P Pe 0158/SIPI-KAN/KRM/2009 20-07-2012 2001 GILL NET 17.75 4.55 1.15 NISSAN PD6 NO.056274 80 KAYU TG. BALAI
21 KM. SUMBER MINA ERLINA 22 13 GT. 22 NO.96/G Ge 0179/SIPI-KAN/KRM/2009 23-09-2012 1991 GILL NET 18.10 4.35 1.15 MITSUBISHI 6D 14 NO.284116 60 KAYU TG. BALAI
22 KM. HARAPAN BARU WADISIR 7 - R.8 NO.2489 40/SPI/TBK/2007 14-04-2011 2006 GILL NET 14.20 3.00 1.00 MITSUBISHI 6D14 NO.22610 45 KAYU TG. BALAI
23 KM. REZEKI - 88 TJONG TEK 29 17 GT. 29 NO. 306 / P Pe 0238/SIPI-KAN/KRM/2008 04-11-2011 2001 GILL NET 18.60 5.00 1.05 MITSUBISHI 6D.14 NO.300989 60 KAYU TG.BALAI KARIMUN
24 KM. MANDALA CENG KIAT 28 9 GT. 28 NO. 1707/Gge 0184/SIPI-KAN/KRM/2009 23-09-2012 2007 GILL NET 18.88 4.70 1.50 MITSUBISHI 6D 14 NO.237812 60 KAYU TG.BALAI KARIMUN
25 KM. SEMOGA SUKSES ROSNI TJENG 6 - R. 8 NO. 2393 106/SPI/TBK/2006 20-06-2010 2006 GILL NET 14.50 3.10 0.80 MITSUBISHI 6D15 NO.419089 60 KAYU TG. BALAI
26 KM. IMM TAKIM 29 17 GT. 29 NO.216/P Pe 0213/SIPI-KAN/KRM/2009 20-10-2012 2000 GILL NET 18.50 4.00 1.30 MITSUBISHI 6D15 NO.193670 60 KAYU TG.BALAI KARIMUN
27 KM. TEMAN JAYA - V SAPTONO 29 17 GT. 29 NO.1195/G Ge 0196/SIPI-KAN/KRM/2009 30-01-2011 2000 RAWAI 19.70 4.85 1.50 HINO EK.100 NO. 1678 90 KAYU TG. BALAI KARIMUN, PULAU TIGA NATUNA, TAREMPA
28 KM.SEDERHANA EVI EKA PUTRI 18 6 GT. 18 N0.1405/GGa 051/SIPI-KAN/TPI/2009 3/20/2012 2008 GILL NET 16.50 3.20 1.65 MITSUBISHI N0.051765 80 KAYU TG.PINANG
29 KM. TENAGA BARU TIE ATI 27 9 GT. 27 NO.1610 / G Ge 0197/SIPI-KAN/KRM/2008 25-08-2011 2007 GILL NET 19.35 4.95 1.35 MITSUBISHI 6D.15 60 KAYU TG.BALAI KARIMUN
30 KM KARIMUN JAYA LU KIM 6 - R. 8 NO. 2369 121/SPI/TBK/2009 18-03-2011 2005 GILL NET 16.10 3.90 0.70 HINO MDL EH.700 NO.52017 60 KAYU MERAL KARIMUN
31 KM CAHAYA BARU A. HONG 6 - R. 8 NO. 2349 523/007/SIPI/DKP/2009 20-04-2012 2005 GILL NET 14.20 3.20 0.80 MITSUBISHI 6D14 NO.223769 60 KAYU TPI SUNGAI SELAN (TG. BALAI)
32 KM FAMILY LEE KON 20 12 GT. 20 NO.1272/GGe 0180/SIPI-KAN/KRM/2009 23-09-2010 1999 GILL NET 17.20 3.95 1.20 MITSUBISHI MDL.6D NO.067906 60 KAYU TG. BALAI KARIMUN
33 KM ANUGRAH - II SUN NYAN 29 9 GT. 29 NO. 373 / HHc 523.3/08/SIKPI/PT.1/VI/2010 08-06-2012 2009 ANGKUT 17.33 4.81 1.87 MITSUBISHI 6D 22 160 KAYU PEMANGKAT
34 KM PARULIAN SUN - 8 LIM SUN TIE 23 13 GT. 23 NO. 130 / PPq 0202/SIPI-KAN/BNTN/2008 02-10-2011 2000 GILL NET 15.10 4.40 1.80 HINO EK.100 NO. 1258 200 KAYU KIJANG (TG.PINANG)
35 KM. S. BAROKAH HENG PENG KIANG 44 14 GT. 44 NO. 636 / PPq 26.10.0028.10.25043 19-04-2011 2008 GILL NET 20.35 5.59 1.86 MITSUBISHI 6 D 20 NO.610099/012725 120 KAYU PP.ANTANG, PU.KAWAL
36 KM.SUNLY JAYA NG MUI FUK 19 6 GT.19 NO.216 / GGb 095 / SIPI-KAN / TPI / 2010 09-06-2013 2008 GILL NET 15.80 3.70 1.7 MITSUBISHI 6 D15 N0.206519 120 KAYU TANJUNG PINANG
37 KM. DUA IKAN PEBRIANTO NAROTAMA, ST 6 - B.27 NO.1178 503/07/SPI/BPMPPT-3 03-06-2011 1997 GILL NET 10.60 3.10 1.10 MITSUBISHI FD.30 60 KAYU PEMANGKAT
38 KM. DOLPHIN JAYA RAHMAN 29 17 GT. 29 NO. 2773 / Bc 02.1568-05-22-2/1.823.67.2 09-03-2013 2002 JARING CUMI 17.64 4.60 1.90 HINO 83 KAYU MUARA ANGKE, MUARA BARU
39 KM. DIANA - II GEK HENG 27 16 GT. 27 NO. 432 / GGe 02.1517.05.22.-2/1.823.67.2 12-01-2013 1990 JARING CUMI 18.20 4.70 1.30 MITSUBISHI 10 DC.8 NO.001332 90 KAYU MUARA ANGKE, MUARA BARU
40 KM. MENTARI LIM EDI SUTRISNO 29 17 GT. 29 NO. 1232 / GGa 02.1498-05-22-2/1.823.67.2 10-12-2012 2003 JARING CUMI 20.15 5.65 1.20 HINO MDL.K.13C NO.12108 80 KAYU MUARA ANGKE
41 KM. MAKMUR MAJU M. HAZAIRIN 29 17 GT. 29 NO. 1179 / GGe 02.1461-05-22-2/1.823.67.2 09-11-2012 1994 JARING CUMI 21.95 5.25 1.25 CUMMINS 90 KAYU MUARA ANGKE
42 KM. DEWI YANA SUGIYONO 28 16 GT. 28 NO. 2731 / Bc 02.325-05-22-2/1.823.67.2 22-09-2011 2002 JARING CUMI 17.14 4.62 1.76 HINO 85 KAYU MUARA ANGKE
43 KM. TRIMINA SENTOSA -II H. SUTAMIN 29 9 GT. 29 N0. 444 / Gc 295/SIPI/DKP/05/2009 03-05-2012 2005 RAWAI 17.43 6.36 1.32 MITSUBISHI 90 KAYU JUWANA
44 KM. CAHAYA BENUANG SUANDI H. AMIR 30 9 GT. 30 NO. 101 / HHe 523.3/14/SIPI/PT.1/III/2009 21-03-2011 2001 BOUKE AMI 20.30 5.10 1.30 NISSAN 185 KAYU UPPI SEI.RENGAS PTK / PPI KETAPANG
45 KM. KRISNA MINA Ir. BUDI HARIYANTO 30 15 GT. 30 NO. 124 / HHe 523.3/47/SIPI/PT.1/XI/2009 11-11-2011 2003 BOUKE AMI 15.24 5.13 1.45 CUMMINS 6 CYL 320 KAYU UPPI SEI. RENGAS PTK
46 KM.SIDO TAMBAH REJEKI H.WARJI 28 16 GT.28 NO.265 / Gc 303 / SIPI / DKP / 04 / 2009 03-05-2012 2001 RAWAI 12.26 5.10 1.30 FUSO 90 KAYU JUWANA
47 KM. SIDO LESTARI H.MUHAMMADUN 29 9 GT. 29 NO.406 / Gc 243 / SIPI / DKP / 05 / 2009 24-04-2012 2003 RAWAI 16.00 6.00 1.45 FUSO 90 KAYU JUWANA
48 KM. CAHAYA NETRAL H. SUTARMIN 29 9 GT. 29 NO. 356 / Ia 974/SIPI/DKP/11/2009 09-01-2012 2002 RAWAI 12.75 5.30 2.10 FUSO D.16 1A NO.646857 80 KAYU PATI
49 KM. SEGIMAS GUAT KENG 29 17 GT. 29 NO. 1316 / G Ge 0173/SIPI-KAN/KRM/2009 29-05-2011 1994 RAWAI 20.75 5.20 1.30 HINO 8 CD EF NO.75012875 90 KAYU TG. BALAI, PULAU TIGA,PULAU LAUT, PPP ANTANG(TAREMPA)
50 KM. DARMAWAN MINA ABADI RASLAN 25 8 GT. 25 N0. 23 / Fr 2267/SIPI/DKP/11/2008 26-11-2011 2000 RAWAI 14.05 5.00 1.50 MITSUBISHI 80 KAYU JUWANA
51 KM. KEMBAR - 2 MUI HUN 18 6 GT. 18 NO. 1444 / G Ga 039/SIPI-KAN/TPI/2010 08-03-2013 2009 GILL NET 14.80 3.40 1.82 MITSUBISHI 4D.300A NO.160019 65 FIBERGLASS TG. PINANG, TAMBELAN, PPP ANTANG
52 KM. KEMBAR MUI HUN 18 6 GT. 18 NO. 1434 / G Ga 0243/SIPI-KAN/TPI/2009 22-12-2012 2009 GILL NET 13.50 3.50 1.86 MITSUBISHI 4D.30 NO.204576 65 FIBERGLASS TG. PINANG
53 KM. EVERTON KUN LIM 23 7 GT. 23 NO. 1449 / G Ga 060/SIPI-KAN/TPI/2010 31-03-2013 2009 GILL NET 19.40 3.50 1.52 HINO EC-100 NO.98962 100 FIBERGLASS TG. PINANG
54 KM. JAYA GEMBIRA - 3 SUN ANG 29 9 GT. 29 N0. 1184 / G Ga 0161/SIPI-KAN/BNTN/2008 25-09-2011 2006 GILL NET 20.15 4.92 1.53 HINO 120 KAYU TG. PINANG
55 KM. INDAH PERMAI - 89 URAY MARIYANSYAH 28 16 GT. 28 NO. 295 / H Hc 523.3/30/SIPI/PT.1/XI/2009 02-11-2010 2003 GILL NET 18.00 4.00 1.92 HYNO EF.750 120 KAYU PEMANGKAT
56 KM. SOYO MANUNGGAL H. SUWADI 28 9 GT. 28 NO. 423 / Gc 824/SIPI/DKP/11/2009 17-11-2012 2004 RAWAI 17.05 6.22 1.35 NISSAN 90 KAYU JUWANA - PATI
57 KM. SEMPURNA INDAH - III A HENG 58 18 GT. 58 NO. 1617 / G Ge 15.08.0028.16.21198 07-10-2011 2006 ANGKUT 21.15 5.90 1.90 CUMMINS NO. 32116322 300 KAYU PP. BARELANG(BATAM), PU.TB.KARIMUN, PP.TELAGA PUNGGUR
58 KM. CITRA BAHARI - II TJHIN TJHONG TEN 7 - B.27 NO.969 503/25/SPLI/BPMPPT-3 28-07-2011 1992 ANGKUT 12.42 3.05 1.05 YANMAR 60 KAYU PEMANGKAT
59 KM. SURYA SAMUDERA CUA A KIAU 86 51 GT. 86 NO. 787 / G Ge 15.08.0028.16.21547 17-02-2012 1996 ANGKUT 24.00 6.80 1.80 DONG FENG 180 KAYU PU. TG. BALAI KARIMUN
60 KM. SAMPURNA JATI UTOMO 29 9 GT. 29 NO. 591/Gc 2213/SIPI/DPK/10/2008 23-10-2011 1996 RAWAI 16.30 5.65 1.55 MITSUBISHI 90 KAYU JUWANA
61 KM. ANUGRAH - I SUN NYAN 29 10 GT. 29 NO. 370 / H Hc 523.3/07/SIKPI/PT.1/VI/2010 08-06-2012 1999 ANGKUT 14.62 5.34 1.72 FUSO, 6D16 120 KAYU PEMANGKAT
62 KM. JAYA BARU WASISTO 6 - B.27 NO. 1542 523.2/51/SIPI/DIS.KP/2010 23-08-2011 2009 GILL NET 14.00 3.00 0.90 MITSUBISHI 6D 14 NO.641180 60 KAYU TPI KUALA (SINGKAWANG)
63 KM. BINTANG JAYA III LIN MIAU TIAN 6 - B.34 NO.568 523.1/030/SIPI/DPK-B/2010 22 Maret 2011 GILL NET 14.00 3.00 0.95 YANMAR 3 CYL 33 KAYU KUBU RAYA
64 KM MERPATI TAN KUI LANG 19 6 GT. 19 NO. 524 / PPq 0122/SIPI-KAN/BNTN/2010 26-07-2013 2004 GILL NET 15.40 3.81 1.67 MITSUBISHI D6 AUSR NO.05789 120 KAYU KAWAL
65 KM. LAUT INDAH YONG LENG 22 7 GT. 22 NO. 237 /P Pq 047/SIPI-KAN/BNTN/2008 27-03-2011 1991 GILL NET 14.75 4.40 1.60 ISUZU 120 KAYU TG. PINANG
66 KM. PENYU TAN ANG KOK 27 9 GT. 27 NO. 671 / PPq 040/SIPI-KAN/BNTN/2010 10-03-2013 1999 GILL NET 16.56 4.17 1.80 MITSUBISHI 6D.14 NO.600987 60 KAYU KAWAL, KIJANG,TAMBELAN, TAREMPA
67 KM. TUNA INDAH YONG LENG 28 9 GT. 28 NO. 517 / P Pq 0130/SIPI-KAN/BNTN/2010 03-09-2011 2007 GILL NET 14.72 5.40 1.64 MITSUBISHI 6D.22 NO.001094 120 KAYU KAWAL
68 KM. OCEAN GREEN SIANG HOH 22 13 GT. 22 N0. 134/ P Pq 093/SIPI-KAN/BNTN/2010 28-06-2011 2003 GILL NET 15.00 4.00 1.90 MITSUBISHI 6D.22 NO.216709 130 KAYU KAWAL
69 KM. SEMPATI JAYA - 1 CUN HIE 27 9 GT. 27 NO. 583 / P Pq 084/SIPI-KAN/BNTN/2009 26-04-2012 2007 GILL NET 16.21 5.10 1.67 MITSUBISHI 6D.20 NO.010121-013861 120 KAYU KAWAL
70 KM. TEMAN JAYA - II SAPTONO 30 18 GT. 30 NO. 141 / Mp 082/SIPI-KAN/KRM/2010 30-04-2013 1988 RAWAI 19.00 4.85 1.35 YANMAR Mdl 4ES NO. DESS 5433 60 KAYU TG. BALAI KARIMUN, PULAU TIGA NATUNA, TAREMPA
71 KM. EVA SIAUW NA 25 8 GT. 25 NO. 254 / PPq 0187/SIPI-KAN/BNTN/2008 02-10-2011 2005 GILL NET 15.62 4.17 1.79 MITSUBISHI 6D.20 NO.010817 90 KAYU KIJANG
72 KM. SRI BUDAYA USAHA H. BADRU 25 7 GT. 25 NO. 180 / RRe 523.33/009/DKP/VI/2010 07-06-2013 2002 ANGKUT 17.00 4.00 1.60 MITSUBISHI 6 D16 NO.534749 150 KAYU MENDAHARA
73 KM.SURYA JAYA ANG LAI TJAI 28 16 GT.28 N0.1064 / GGe 0153/SIPI-KAN/KRM/2009 8/2/2012 2001 RAWAI 18.83 4,80 1.08 MITSUBISHI 6D15 N0.356115 60 KAYU TG.BALAI KARIMUN,NATUNA,TAREMPA
74 KM. SEI ENAM JAYA PHOO KHENG 22 7 GT. 22 NO. 250 / PPq 0214/SIPI-KAN/BNTN/2008 20-10-2011 1999 GILL NET 16.20 4.00 1.50 MITSUBISHI 6D.20 NO. 009320 80 KAYU KIJANG
76 KM. MAKMUR UTOMO SUYONO 26 8 GT. 26 NO. 452 / Gc 682/SIPI/DKP/10/2009 11-09-2012 2004 RAWAI 16.21 5.75 1.38 FUSO 90 KAYU JUWANA - PATI
77 KM. SUMBER REJEKI SENTOSA RASNO 44 14 GT. 44 NO. 480 / Gc 26.08.0028.05.21414 23-11-2010 2005 RAWAI 17.50 6.10 1.90 MITSUBISHI 6D.16 NO.679337 180 KAYU PP. BOJO MULYO, PP. PEMANGKAT
78 KM. SUMBER REJEKI JAYA RASNO 22 12 GT. 22 NO. 362/Ia 244/SIPI/DPK/04/2009 24-04-2012 2002 RAWAI 13.15 4.30 1.95 MITSUBISHI 80 KAYU JUWANA- PATI
79 KM. BINTANG BARU H. MAULUDIN 29 9 GT. 30 NO. 247 / H Hc 523.3/34/SIPI/PT.1/VI/2010 11-05-2012 1996 RAWAI 16.35 5.94 1.50 MITSUBISHI 6D 15 120 KAYU PEMANGKAT
80 KM. CANTIKA BAHARI MUHAMMADUN 33 19 GT. 33 NO. 1045 / Ft 26.09.0028.05.22357 13-04-2011 2002 RAWAI 17.32 4.78 1.92 MITSUBISHI 120 KAYU JUWANA
81 KM. BERKAT USAHA - I PONIAH 29 9 GT. 29 NO. 194 / HHc 0135/SIPI-KAN/NTN/2009 03-06-2012 2004 RAWAI 18.00 4.20 1.40 HINO EF.550,3 CYL 280 KAYU PULAU TIGA, SEDANAU
82 KM. HARMONIS JOHANES 21 7 GT. 21 NO. 213 / GGb 043/SIPI-KAN/TPI/2009 12-03-2012 2004 GILL NET 14.71 3.97 1.60 MITSUBISHI 6D.40 NO.14744082 90 KAYU TG. PINANG
83 KM. JAYA GEMBIRA - I SUN ANG 29 9 GT. 29 NO. 1052 / GGa 0160/SIPI-KAN/BNTN/2008 07-08-2011 2005 GILL NET 19.50 4.40 1.85 HINO EK.100 NO.70176 100 KAYU TG. PINANG DAN KIJANG
84 KM. JAYA GEMBIRA - 5 WIN WIN WILIANTO 23 7 GT. 23 NO. 1450 / GGa 059/SIPI-KAN/TPI/2010 31-03-2013 2009 GILL NET 16.60 4.40 1.50 HINO EH-100 NO.101420 100 KAYU TG. PINANG
85 KM. ASTON VILLA MUI HUN 23 7 GT. 23 N0. 513 / P Pq 0173/SIPI-KAN/TPI/08 25-07-2011 2008 GILL NET 15.41 3.84 1.62 HINO 75 FIBERGLASS TG. PINANG
86 KM. SURYA INDAH UTAMA TONY HAMIDI 6 - B.35 NO. 1161 523.4/61/SIPI/2010 KM 11-05-2011 - BUBU 15.00 3.00 0.95 MITSUBISHI 4 CYL 40 KAYU PPI. KUALA MEMPAWAH
87 KM. HASIL LAUT - II SUPRIADI M.NUR 6 - B.33 NO. 2053 523.4/01/SIPI/2010 KM 08-05-2011 - BUBU 13.05 2.58 0.98 ISUZU PANTER 4 CYL 45 KAYU PPI. KUALA MEMPAWAH
88 KM. HASIL LAUT - III SUPRIADI M.NUR 6 - B.33 NO. 2057 523.4/43/SIPI/2010 KM 17-06-2011 - BUBU 11.00 2.00 0.90 MITSUBISHI 4 CYL 90 KAYU PPI. KUALA MEMPAWAH
89 KM. NELAYAN BON TO 22 7 GT. 22 NO. 1704 / GGe 0182/SIPI-KAN/KRM/2009 23-09-2012 1999 GILL NET 17.55 4.25 1.40 MITSUBISHI 6D.14 NO.261945 60 KAYU TG. BALAI KARIMUN, DABO SINGKEP, PULAU PEKAJANG
90 KM.PENELOPE RITA LIZAWATY 163 49 GT.163 N0.2358 / Bc 15.10.0027.16.25981 15 Juni 2011 2000 ANGKUT 27.96 7.44 2.64 NISSAN.RE.10 420 KAYU PEKALONGAN
91 KM. SUMBER BARU GOAN CUN 6 - R. 8 NO. 3221 09/SPI/TBK/MRO/2010 10-11-2011 1994 GILL NET 12.50 2.50 0.80 HINO 11411 EK.100 NO.16604 100 KAYU MORO - KARIMUN
92 KM. REZEKI LAUT - V RUSNI 30 9 GT. 30 NO. 706 / PPq 0101/SIPI-KAN/BNTN/2010 06-07-2013 2009 GILL NET 15.41 4.83 2.01 MITSUBISHI MDL.6D.20 NO.003165 120 KAYU KIJANG
93 KM. LAUTAN LUAS LAUW KIM SUI 25 8 GT. 25 NO. 492 / PPq 0215/SIPI-KAN/BNTN/2008 11-09-2011 2008 GILL NET 14.81 4.72 1.64 MITSUBISHI 6D.15 NO.434056 90 KAYU KIJANG
Ditemukan, Hewan Aneh di Dasar Laut Sulawesi

Cacing cumi atau Teuthidodrilus samae ( Laurence P. Madin / Woods Hole Oceanographic Institute )
VIVAnews -- Spesies baru nan unik ditemukan melimpah di Laut Sulawesi. Seperti cumi-cumi, tapi bukan hewan bertentakel itu. Mirip cacing tapi juga bukan. Akhirnya para ilmuwan sepakat menamakan hewan itu 'squid worm' alias 'cacing cumi'.
Penyebutan sebagai cacing cumi bukan hanya karena bentuknya yang mirip, tapi juga berdasarkan karakteristiknya. Tapi, nama ilmiahnya adalah Teuthidodrilus samae.
Hewan unik itu ditemukan oleh ilmiwan dari Woods Hole Oceanographic Institute dan the University of California, Santa Cruz. Lokasinya berada di Laut Sulawesi. Spesies ini diduga kuat berperan sebagai missing link antara spesies yang hidup di lumpur dasar laut dan yang hanya hidup dalam kolom air.
Para ilmuwan menggunakan kapal penjelajah laut yang dikendalikan jarak jauh di cekungan sedalam 2.800 hingga 2.900 meter di antara Indonesia dan Filipina. Atau hanya berjarak 100 meter dari dasar Laut Sulawesi.
Ahli biologi kelautan Santa Cruz, Karen Osborn mengatakan, warna tubuh cacing cumi adalah transisi dari coklat ke hitam. Otot terbesar di bawah kulitnya yang berwarna merah muda mengkilap digunakan untuk berenang.
"Ini merupakan spesies peralihan antara nenek moyang bentik - makhluk hidup dalam lumpur di dasar laut - dan spesies lain yang hidup di kolom air yang tak pernah pergi ke lantai laut," kata Osborn, seperti dimuat situs MSNBC, Rabu 24 November 2010.
Mempelajari spesies baru diharapkan membantu mengumpulkan sejarah evolusi makhluk dan menentukan karakteristik mereka.
Ditambahkan Osborn, cekungan Laut Sulawesi dikelilingi parit itu. Ini mencegah percampuran spesies di kedalaman 1.500 meter. "Ini sungguh dalam dan terisolasi dari perairan di dalamnya," kata dia.
Baru sedikit eksplorasi yang dilakukan di laut dalam. Hadirnya spesies baru, cacing cumi membuktikan, ada banyak hal yang masih jadi misteri di dasar lautan.
"Penemuan ini menunjukkan berapa banyak yang belum kita tahu ada di bawah sana. Bayangkan hal-hal menarik lain yang bisa jadi berada di dasar laut." (sj)
http://teknologi.vivanews.com/news/read/190298-ditemukan--hewan-aneh-di-dasar-laut-sulawesi
Diposkan oleh MUKHTAR A.Pi. M.Si di 23.11.10
Kunjungan Kadis KP Prop. Bangka Belitung
Pemangkat 22-11-2010
Kunjungan Kadis KP Prop. Bangka Belitung di PPN Pemangkat dalam rangka Koordinasi , Intergrasi, Singkronisasi Presepsi WPP 711 sekaligus silaturahmi ke PPN Pemangkat, karena tujuan sebenarnya adalah untuk mengikuti rapat FKPPS di Pontianak.
Kedatangan rombongan silaturahmi di sambut langsung oleh Kalabuh PPN Pemangkat, dalam rombongan tersebut terlihat mantan kepala PPN Pemangkat Bapak SUTARJO yang kini menjadi Kalabuh Sungai Liat.
Kerja Bakti PPN Pemangkat 18-11-2010

Ath-thahuuru syatrul iimaan…” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)
dikirim oleh : takbir
Kerja bakti di PPN Pemangkat hari ini tanggal 18-11-2010 yang di komandoi langsung Kepala Pelabuhan Perikanan Musantara Pemangkat.
Adapun sasaran pelaksanaan kegiatan ini ialah membuat saluran air di belakang kantor ,memotong rumput di pinggir jalan penjajap,dan membuat lapangan volli.
Turut serta beberapa instansi dalam kegiatan seperti kepolisian setempat, Perum PPS, dan Dwi tirta.
Daerah Gelombang Tinggi
Gelombang Laut 5 Meter Mengancam KALBAR
KKP imbau Nelayan Tak Melaut,
Tinggi gelombang pada bulan ini yang mencapai 3-5 meter membuat para nelayan engan melaut.
Kepala dinas KKP Kalbar bekerja sama BMKG kalbar Telah mengeluarkan peringatan ( warning) karena bisa berbahaya dan para nelayan di larang berlayar dalam tempo seminggu kedepankata Gatot Rudiono Kepala KKP Kalbar kepada wartawan di kantor Gubernur. rabu(10/11)
nelayan China Bebas Jarah Ikan di natuna
Nelayan China Bebas Jarah Ikan Natuna l
Dikawal Kapal Patroli, DKP Tak Berdaya
Luas wilayah Kepri sekitar 252 ribu kilometer persegi dan 96 persen di antaranya adalah wilayah perairan. Luasnya wilayah perairan itu sudah menggambarkan besarnya potensi perikanan dan kelautan Kepri, sehingga kerap memancing keinginan negara lain untuk ikut menjamahnya. Tak hanya negara tetangga Asean yang ingin merasai nikmatnya kekayaan hasil kelautan Kepri, China yang jauh di seberang juga kerap melakukannya. Kapal ikan China bahkan selalu dikawal dan dilindungi oleh kapal patroli negara tersebut yang dipersenjatai. Insiden antara kapal nelayan China dengan kapal patroli Jepang, berpotensi besar dan bahkan sudah nyaris terjadi di perairan Laut China Selatan, Kabupaten Natuna.
Selama 2008 dan 2009 terdapat sekitar 16 unit kapal ikan China yang berhasil ditangkap oleh kapal patroli perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Indonesia di wilayah perairan Natuna. Namun pada tahun 2010 ini belum ada kapal ikan China yang diamankan. Karena begitu kapal ikan China yang mencuri ikan akan ditangkap oleh DKP, kapal patroli China langsung datang mengancam untuk menembak kapal patroli DKP.
Jika saja kekuatan kapal patroli DKP seimbang dengan kapal patroli China, gesekan langsung antara kapal patroli kedua negara bisa terjadi seperti yang dialami Jepang dengan China. Di samping itu, posisi pencurian ikan yang berada di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) juga menjadi bahan pertimbangan untuk menghindarkan konflik senjata oleh kapal patroli DKP dengan kapal patroli China tersebut.
”Kejadiannya itu sekitar Mei 2010 atau Juni 2010 kemarin, saya tak ingat tanggalnya nanti coba hubungi kapten kapalnya Saat itu, kapal patroli DKP berhasil mengamankan beberapa kapal ikan China di perairan ZEE Indonesia di wilayah Natuna. Dalam tempo singkat kapal perang China langsung datang. Kekuatan kapal kita tidak seimbang dengan kapal perang China, akhirnya kita terpaksa minggir,” kata Bupati Natuna H Raja Amirullah, Sabtu (2/10) lalu di Tanjungpinang.
Amirullah juga mentransfer rekaman singkat video kejadian tersebut dari ponselnya ke ponsel koran ini dengan fasilitas bluetooth. Walau hanya berdurasi sekitar 2 menit 14 detik, namun dari video tersebut terlihat jelas 2 kapal patroli China yang dipersenjatai lengkap. Kedua unit kapal patroli China itu dari jarak dekat terus mendampingi kapal ikan yang sedang diamankan oleh kapal patroli pengawas DKP Hiu 05 dan Hiu 010.
Saya langsung laporkan kejadian itu ke pemerintah pusat, tegas Amirullah, termasuk melaporkannya secara langsung ke Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Letjen Safri Sjamsuddin di Jakarta. Menurut Amirullah, Wamenhan menanggapi laporannya dengan positif dan berjanji untuk menindaklanjutinya. Meski ditanggapi, namun Amirullah tetap geram terhadap aksi kapal ikan China itu dan prihatin dengan patroli DKP yang tak bisa berbuat apa-apa. ”Mereka hanya dibekali dengan keberanian, dan idealisme, saya salut kepada mereka. Kehadirannya di Natuna berdampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat Natuna yang sekitar 80 persennya nelayan. Saya tidak ingat pasti angkanya tapi kenaikan pendapatan nelayan sampai sekitar 600 persen berkat kehadiran kapal patroli DKP,” tegas Amirullah.
Dengan kondisi tersebut, Amirullah berulangkali menyampaikan permintaan ke DKP di Jakarta, agar keberadaan kapal patroli DKP di Natuna diperbanyak jumlahnya dan intensitas pengawasannya terus ditingkatkan. Mengingat dampak positifnya yang nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan Natuna. Dia juga minta Pemprov Kepri berperan lebih aktif dalam pengawasan perairan ini. ”Sebelum adanya kapal patroli DKP, aksi kapal ikan asing bisa dilihat dari pinggir pantai pulau-pulau terluar. Sehingga, nelayan kita takut untuk melaut sebab saat beroperasi mereka (kapal ikan asing, red) dalam rombongan besar. Sekarang, mereka hanya mencuri-curi di wilayah ZEE kita itupun dikawal kapal perangnya,” tukas Amirullah.
Terpaksa Bebaskan Kapal Tangkapan
Kadis Perikanan dan Kelautan Natuna Izwar Aspawi yang dikonfirmasi terpisah, mengakui adanya peningkatan kesejahteraan warga sejak kapal DKP gencar melakukan patroli. Mereka tidak lagi takut atau was-was melaut hingga jauh ke tengah. Sebelum adanya kapal patroli DKP, jangankan ke tengah laut di sekitar pesisir saja mereka sudah was-was. Sebab, kapal ikan asing dalam jumlah besar sudah terlihat dari pinggir pantai.
Sayangnya, Izwar tidak punya data dan angka berapa jumlah potensi laut Natuna dan berapa yang sudah dimanfaatkan serta yang dicuri. Data potensi perikanan Kepri terkini juga tidak ditemukan di website Pemprov Kepri, kepriprov.go.id. Data yang tersedia hanya data tahun 2004. Yang jelas sejak kehadiran kapal patroli DKP di Natuna sudah sekitar 877 unit kapal ikan asing yang berhasil diamankan. Sekitar 33 unit di antaranya ditenggelamkan dan sekitar 17 unit lainnya dipulangkan. Itu sebabnya kapal ikan asing tak lagi berani mendekat ke wilayah perairan Indonesia. Padahal, sebelum adanya kapal paroli DKP kapal ikan asing terkadang masuk sampai ke perairan Jawa.
Terkait dengan kehadiran kehadiran kapal patroli China di perairan ZEE Indonesia di Natuna, dua nakhoda kapal patroli DKP, yaitu nakhoda Kapal Hiu 04 Samuel Sandi dan nakhoda Kapal Hiu 10 Martin Yeremias, membenarkan apa yang disampaikan oleh Bupati Natuna Raja Amirullah. Mereka juga membenarkan kekuatan persenjataan mereka tidak sebanding dengan kapal patroli China. ”Apa yang disebut Pak Bupati itu memang benar, dan saat kejadian kita juga terus melaporkan serta berkomunikasi dengan pimpinan di Jakarta. Ternyata, kapal ikan China itu dikawal dari jarak sekitar 30 mil laut oleh kapal patroli China (bukan kapal perang seperti kata Bupati Amirulah, red). Sehingga, begitu kita amankan dalam waktu singkat mereka sudah sampai,” jawab Samuel yang diamini Martin.
Kejadian itu sudah dua kali terjadi, yaitu pada 15 Mei 2010 dan 22 Juni 2010 sekitar 150 mil laut di dalam wilayah ZEE Indonesia di sekitar Natuna. Kejadian pertama, Sabtu (15/5) sekitar pukul 11.00 dialami kapal patroli pengawas DKP Hiu 04 yang dinakhodai Samuel Sandi. Mereka berhasil mengamankan 2 unit dari 3 unit kapal ikan China (1 kapal lagi kabur, red) yang diduga melakukan pencurian ikan di wilayah ZEE di perairan Natuna atau pada titik koordinat 05 derajat 38’ 10” N – 110 derajat 19’ 05” E.
Baru saja mereka akan melakukan pemeriksaan datang kapal patroli China yang warna catnya putih dengan nomor lambung 301 dengan tulisan Guangzhou di buritannya. Kapal patroli China yang terbuat dari besi dengan panjang sekitar 100 meter itu, dilengkapi dengan senapan mesin berupa 4 unit mitraliur 12,7 dan minta agar kedua kapal ikannya dibebaskan.
Kepada kapal patroli China itu disampaikan bahwa kapal ikannya diduga telah melakukan pencurian ikan di wilayah kedaulatan ekonomi (ZEE) Indonesia. Kemudian, memerintahkannya agar keluar dari perairan ZEE Indonesia. Namun, mereka mengancam akan menembak kapal patroli pengawas Hiu 04 yang terbuat dari fibreglass dengan panjang hanya sekitar 28 meter, jika tidak membebaskan kapal ikannya.
Dengan berbagai pertimbangan seperti cuaca, keselamatan personel dan kekuatan yang tidak seimbang serta terus berkomunikasi dengan pimpinannya, akhirnya kedua kapal ikan China itu dibebaskan sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian serupa kembali terulang, Selasa (22/6), kali ini dengan kapal pengawas DKP Hiu 010 yang dinakhodai Martin Yeremias.
Saat itu Martin mendapat kontak radio bahwa kapal pengawas DKP Hiu 05 sedang mengamankan 1 kapal ikan China dan dihadang oleh 2 unit kapal patroli China dengan nomor lambung 311 dan 303 pada titik koordinat 05 derajat 00’ 00” LU – 109 derajat 00’ 00” BT. Kedua kapal patroli itu tidak beranjak meski sudah diusir agar keluar dari wilayah ZEE Indonesia. Keduanya malah mengancam akan menembak jika kapal ikannya belum dibebaskan sebelum malam tiba. Sama seperti kejadian pertama, kapal ikan China itu akhirnya dibebaskan namun mereka diusir keluar dari wilayah ZEE Indonesia. (SIGIT)
Membela Merah Putih di Laut Cina Selatan
batampos.co.id - Berhadapan dengan segala macam kapal ikan asing sudah menjadi makanan sehari-hari baru nakhoda kapal pengawas DKP Hiu 04, Samuel Sandi, 29 dan nakhoda kapal pengawas DKP Hiu 10, Martin Yeremias,35.
Tiada rasa gentar sama sekali, padahal sejumlah kapal ikan asing disebut-sebut dilengkapi dengan senjata. Bahkan juga dikawal kapal pertahanan dari negaranya, dengan persenjataan yang jauh lebih lengkap dan modern.Seperti saat mereka menghadapi kapal patroli China, yang mengawal kapal ikannya.
Dengan kapal pengawas yang terbuat dari fibreglass dan panjangnya sekitar 20-an meter, mereka juga harus bertarung dengan kondisi laut China Selatan yang kadang kurang bersahabat dengan ketinggian gelombang di atas 6 meter. Tidak ada cara untuk menghadapi cuaca buruk seperti itu, selain mental dan fisik yang kuat, sekaligus skill sebagai pelaut.
Samuel Sandi yang berperawakan agak gemuk dengan kulit terang, menyambut ramah kedatangan Batam Pos, Sabtu (3/10) petang di atas kapal pengawas DKP yang sedang sandar di Dermaga Kampungbulang, Tanjungpinang. Tak lama berselang datang Martin Yeremias yang berperawakan lebih kecil namun sorot matanya tajam dan awas tapi tetap ramah.
Bersama beberapa kapal pengawas DKP lainnya, mereka ditugaskan mengawasi dan mengamankan perairan Kepri hingga ke batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di wilayah paling utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Keduanya mengaku bahagia dan bangga dengan tugas yang diembannya. ”Gimana ya mau bilangnya. Istilahnya begini, biarpun cuma makan telo (ubi rebus, red) tapi kami bangga bisa berbuat dan memberikan sesuatu kepada negara ini. Walaupun yang kami berikan ini mungkin hanya seupil (seujung kuku, red),” kata Martin, yang sudah punya anak satu.
Kebanggaan itu juga sangat dipahami anak dan istrinya, yang berdomisili di Jakarta. Sehingga, meski terkadang harus berpisah lama dan berhadapan dengan risiko tugas yang sangat berat, keluarganya dapat memahaminya. Hal senada disampaikan Samuel Sandi, yang hingga kini masih menjomblo. ”Dukanya gak usah diceritainlah, sukanya aja ya. Sukanya tu kalau berhasil menangkap kapal ikan asing,” tegas Samuel. (git)
PPN Pemangkat Langganan Banjir
Pengujian Mutu Ikan PPN Pemangkat 06-10-2010

Kegiatan pengujian mutu merupakan salah satu kegiatan yang sangat membutuhkan perhatian khusus diPelabuhan Perikanan yang merupakan pusat pendaratan ikan sebelum di pasarkan .
Pengujian mutu dilaksanakan setiap kunjungan kapal bongkar di PPN Pemangkatguna untuk menguji kwalitas layak apa tidaknya ikan-ikan tersebut untuk di konsumsi.
Mengingat belum adanya Fasilitas Labolatorium mutu ikan di PPN Pemangkat, Pengujian mutu ini dilakukan diruang kesyahbandaran .
Untuk pengujian mutu, menurut petugas mutu kedepan perlu di adakannya ruangan khusus dan berbagai peralatan labolatorium sebagai fasilitas pendukung.
Perayaan Ulang Tahun Ke-47 kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Bpk Joko Supraptomo.

Suasana Akrab dan Kebersamaan, Bigitulah gambaran perayaan Hari Ulang tahun Kepala PPN Pemangkat yang ke-47.
Kebersamaan ini Nampak dari hadirnya semua pegawai PPN Pemangkat , Perum Prasarana Perikanan Samudera & Para Pengusaha Perikanan.
Perayaan ini diisi dengan makan bersama ,do’a oleh H. Mauludin dan potong kue oleh Bpk Joko Supraptomo yang diberikan kepada istrinya , Selanjutnya yang hadir juga merasakan kue ulang tahun tersebut.
APEL PAGI SETIAP HARI SENIN
Dalam suasana cuaca yang agak mendung Pegawai PPN Pemangkat dengan penuh hikmat melaksanakan kegiatan pertama Apel pagi di halaman kantor PPN Pemangkat pada hari senin tanggal 4 Oktober 2010, pada jam 08.00 WIB. Kegiatan Apel pagi ini langsung di Pimpin oleh Kepala PPN Pemangkat. Beliau berpesan kegiatan apel pagi ini dilaksanakan setiap hari senin. Tidak banyak yang beliau bicarakan dalam memimpin apel pagi yang pertama dilaksanakan, pesan nya bagi pegawai PPN Pemangkat sebelum apel pagi dibubarkan bekerjalah sesuai dengan TUPOKSI dan melakukan koordinasi dengan Kasi nya masing-masing. Apel pagi selesai sekitar jam 08.45 WIB.
Sumber berita
Yusri Kasuma.
HALAL- BILHALAL di PPN Pemangkat 21-09-2010
Melalui puasa kita eratkan silaturahmi dan meningkatkan kerja sama antara pegawai, demikian inti Benang Merah yang bisa diambil dari kegiatan Halal-bilhalal keluarga Besar Pegawai PPN Pemangkat.
dalam acara yang telah dilaksanakan pada hari selasa,12 September 2010 tersebut turut pula hadir perwakilan dari PPS Pemangkat , PT dwi Tirta Investindo , Pengusaha Ikan dan Resot Perikanan kabupaten sambas.
Dalam Sambutan awal, kepala PPN Pemangkat JOKO SUPRAPTOMO menekankan urgensi kedisplinan, Kekompakan, dan saling komunikasi antar pegawai.
Selanjutnya Ustadz TUTUR HIDAYAT SPdi menyampaikan beberapa fenomena tingkat kedisplinan berpuasa di Pemangkat dan beberapa hal terkait syariat berpuasa dan hikmahnya.
Kegiatan halal-bilhala ini ditutup dengan acara makan bersama di Rumak Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat.
Isu Pemerasan Petugas KKP pada Nelayan Malaysia Bohong

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menepis keterangan dalam laporan polisi Malaysia. Dia tegas-tegas membantah bahwa petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pemerasan pada nelayan Malaysia.
"Itu isu-isu liar, kita cek tidak ada informasi mendasar mengenai itu. Kita investigasi sendiri cek sama mereka, dan nggak ada itu begitu-begituan (pemerasan)," kata Fadel di kantor Menko Perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/9/2010).
Dia menjelaskan, bahkan kemudian polisi Malaysia itu yang kemudian menganiaya petugas KKP setelah menangkapnya di Kepulauan Bintan.
"Aparatnya memang kasar-kasar orangnya, makanya saya marah. Tapi karena masuk zona diplomasi makanya kita remlah," imbuhnya.
Dia menegaskan, para polisi yang menganiaya anak buahnya itu kini sedang diperiksa atasannya di kepolisian Johor. "Itu karena permintaan pemerintah kita, mereka diperiksa," imbuhnya.
Fadel menambahkan, anak buahnya itu ditangkap kemudian ditahan, dan dibawa ke kapal. Bukan hanya itu saja, kemudian dibawa di box, dijebloskan ke penjara. "Tangannya diborgol dan ketika keluar pakai baju tahanan," terangnya.
Sementara terkait perundingan Kinabalu, pihaknya telah memberi 12 catatan kepada menteri luar negeri. Isinya mengenai percepatan penyelesaian dengan Malaysia.
"Intinya pembatasan, pembatasan wilayah diberikan lagi ciri-ciri. Lalu tidak lupa kita upayakan kerjasama ekonomi," tutupnya.
Isus penyuapan ini merebak berdasarkan laporan polisi Malaysia yang beredar di kalangan wartawan. Di sana disebutkan bahwa petugas KKP meminta uang 3.500 Ringgit Malaysia kepada keluarga nelayan Malaysia yang ditahan. Hingga kemudian polisi Malaysia menjerat pidana penculikan pada 3 petugas KKP.
Stop Illegal Fishing Indonesia
Keberhasilan Pengawas Perikanan dalam menekan kegiatan ILLEGAL FISHING telah menunjukan hasil yang menggembirakan, di perairan Kepulauan Riau para nelayan telah berhasil menangkap ikan yang ukurannya semakin besar. Hal ini tidak mungkin terjadi sebelum DKP memiliki Kapal Patroli dan mampu menekan para pelaku illegal fishing agar tidak masuk semakin jauh ke dalam wilayah perairan kita. sebelum ada Kapal Pengawas Perikanan kapal2 ikan asing asal Thailand dengan leluasa masuk hingga ke perairan Bangka Belitung, ke Kalimantan Barat... Entah dimana aparat keamanan laut kita pada saat itu,...tidurkah mereka?? rasanya tak mungkin mereka tidur?? atau mereka yang justru mempersilahkan kapal ikan asing itu masuk?? entah kitapun tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Ketika DKP mulai memiliki Kapal Pengawas Perikanan, perlahan tapi pasti satu persatu kapal ikan asing itupun mulai tertangkap oleh para pejuang2 perikanan tangguh yang kita miliki, dengan kapal kerupuk mereka maju ketengah samudera menantangganasnya ombak, maju menghalau dan menangkap para pelaku illegal fishing tersebut..... Mereka tak bergeming dengan iming2 dollar, Bath, Dong ataupun Yuan, mereka hanya menginginkan MERAH PUTIH TETAP TEGAK DENGAN SUMBERDAYA IKAN YANG BENAR2 BISA BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT INDONESIA SEBAGAIMANA AMANAT UNDANG UNDANG DASAR 45 PASAL 33...
Tapi fenomena apa yang terjadi, justru karena kegigihan pejuang perikanan kita mempertahankan nama bangsa dan sampai dipenjara di Malaysia... Para petualang2 republik ini, yang entah masih merah putihkah didadanya dengan enteng mengatakan KKP tidak perlu lagi patroli....SELAMAT BAGI PARA PELAKU ILLEGAL FISHING THAILAND, MALAYSIA, VIETNAM DAN CHINA…ANDA TELAH MENJADI PEMENANG… TAK AKAN ADA LAGI KAPAL PUTIH YANG AKAN MENANGKAP KAPAL KALIAN, YANG SELAMA INI TIDAK MAMPU KALIAN BELI…TAPI INI BELUM FINAL… KAMI AKAN BERJUANG!!! (From Jumali)







