Membela Merah Putih di Laut Cina Selatan

Mukhtar APi 10 Oktober jam 8:35 Balas • Laporkan
batampos.co.id - Berhadapan dengan segala macam kapal ikan asing sudah menjadi makanan sehari-hari baru nakhoda kapal pengawas DKP Hiu 04, Samuel Sandi, 29 dan nakhoda kapal pengawas DKP Hiu 10, Martin Yeremias,35.

Tiada rasa gentar sama sekali, padahal sejumlah kapal ikan asing disebut-sebut dilengkapi dengan senjata. Bahkan juga dikawal kapal pertahanan dari negaranya, dengan persenjataan yang jauh lebih lengkap dan modern.Seperti saat mereka menghadapi kapal patroli China, yang mengawal kapal ikannya.

Dengan kapal pengawas yang terbuat dari fibreglass dan panjangnya sekitar 20-an meter, mereka juga harus bertarung dengan kondisi laut China Selatan yang kadang kurang bersahabat dengan ketinggian gelombang di atas 6 meter. Tidak ada cara untuk menghadapi cuaca buruk seperti itu, selain mental dan fisik yang kuat, sekaligus skill sebagai pelaut.

Samuel Sandi yang berperawakan agak gemuk dengan kulit terang, menyambut ramah kedatangan Batam Pos, Sabtu (3/10) petang di atas kapal pengawas DKP yang sedang sandar di Dermaga Kampungbulang, Tanjungpinang. Tak lama berselang datang Martin Yeremias yang berperawakan lebih kecil namun sorot matanya tajam dan awas tapi tetap ramah.

Bersama beberapa kapal pengawas DKP lainnya, mereka ditugaskan mengawasi dan mengamankan perairan Kepri hingga ke batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di wilayah paling utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Keduanya mengaku bahagia dan bangga dengan tugas yang diembannya. ”Gimana ya mau bilangnya. Istilahnya begini, biarpun cuma makan telo (ubi rebus, red) tapi kami bangga bisa berbuat dan memberikan sesuatu kepada negara ini. Walaupun yang kami berikan ini mungkin hanya seupil (seujung kuku, red),” kata Martin, yang sudah punya anak satu.

Kebanggaan itu juga sangat dipahami anak dan istrinya, yang berdomisili di Jakarta. Sehingga, meski terkadang harus berpisah lama dan berhadapan dengan risiko tugas yang sangat berat, keluarganya dapat memahaminya. Hal senada disampaikan Samuel Sandi, yang hingga kini masih menjomblo. ”Dukanya gak usah diceritainlah, sukanya aja ya. Sukanya tu kalau berhasil menangkap kapal ikan asing,” tegas Samuel. (git)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demi kemajuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kami memohon saran dan kritik anda melalui layanan ini atau di no 085825296056 untuk via sms.